<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>easy world</title>
	<atom:link href="http://gigiunhas97.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://gigiunhas97.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Mon, 19 Nov 2007 01:06:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='gigiunhas97.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>easy world</title>
		<link>http://gigiunhas97.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://gigiunhas97.wordpress.com/osd.xml" title="easy world" />
	<atom:link rel='hub' href='http://gigiunhas97.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>KISAH CINTA SEPENJANG USIA</title>
		<link>http://gigiunhas97.wordpress.com/2007/11/19/kisah-cinta-sepenjang-usia/</link>
		<comments>http://gigiunhas97.wordpress.com/2007/11/19/kisah-cinta-sepenjang-usia/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Nov 2007 01:06:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gigiunhas97</dc:creator>
				<category><![CDATA[ANEKDOT]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gigiunhas97.wordpress.com/2007/11/19/kisah-cinta-sepenjang-usia/</guid>
		<description><![CDATA[Kisah Cinta Sepanjang Usia Karena meyakini bahwa hidup penuh dengan pesan-pesan kebijakan, ada saja kejadian yang membuat saya berefleksi. Kalau kejadian tersebut hanya hadir sekali dua kali, mungkin nilai pesannya biasa-biasa saja. Akan tetapi, kalau ia hadir hampir setiap minggu, dalam kurun waktu yang lama, bisa jadi ada kekuatan yang membuat saya harus berbagi kejernihan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gigiunhas97.wordpress.com&amp;blog=2093626&amp;post=12&amp;subd=gigiunhas97&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kisah Cinta Sepanjang Usia</p>
<p>Karena meyakini bahwa hidup penuh dengan pesan-pesan kebijakan, ada saja kejadian yang membuat saya berefleksi. Kalau kejadian tersebut hanya hadir sekali dua kali, mungkin nilai pesannya biasa-biasa saja. Akan tetapi, kalau ia hadir hampir setiap minggu, dalam kurun waktu yang lama, bisa jadi ada kekuatan yang membuat saya harus berbagi kejernihan di sektor yang satu ini.</p>
<p>Hampir setiap minggu, saya dihadang keluhan orang yang tidak mencintai dirinya sendiri. Ada yang menyebut badannya kurang langsing, mukanya kurang lancip, matanya terlalu besar. Ada juga yang mengeluhkan karir dan hidupnya yang begitu-begitu saja. Sampai dengan keluarga yang tidak mendukung. Digabung menjadi satu, maka jadilah kehidupan orang-orang seperti ini, mirip dengan kehidupan yang memukuli diri sendiri.</p>
<p>Jika benar badan ini terdiri dari badan kasar dan badan halus, dengan pemberontakan terakhir, sekilas kita memang seperti tidak melakukan apa-apa terhadap badan kasar kita ini. Namun, karena pemberontakan tadi berpengaruh langsung terhadap badan halus, yang pada ikutannya mempengaruhi juga badan kasar, maka praktis kegiatan memukuli diri sendiri ini, bukan hanya dalam pengandaian semata. Ia juga bermakna riil.</p>
<p>Ini juga yang bisa menjelaskan, kenapa orang-orang yang jarang dan tidak pernah bersukur, memiliki keceriaan wajah yang teramat berbeda dengan mereka yang rajin bersyukur. Ini juga yang menyebabkan, kenapa orang-orang yang memberontak terhadap dirinya sudah sampai di neraka sebelum meninggal, sementara mereka yang penuh syukur sudah sampai di surga sebelum kematian memanggil.</p>
<p>Dulu, ketika pertama kali membaca karya fisikawan Einstein, yang mengemukakan bahwa yang riil hanyalah sebuah tipuan, saya sempat termenung lama tidak mengerti. Sekarang, ketika hubungan antara badan halus dan badan kasar sebagian bisa dimengerti, baru saya bisa memahami konsep Einstein ini. Badan kasar (baca : badan riil) amat besar dipengaruhi oleh badan halus (baca : badan yang tidak kelihatan). Lebih dari sekadar berpengaruh terhadap badan kasar, badan halus juga bisa membawa dan menarik kita pada serangkaian kehidupan.</p>
<p>Mirip dengan makanan untuk badan kasar, kalau makanannya bersih dan bergizi, maka badanpun jadi sehat. Demikian juga dengan badan halus, bila pemberontakan terhadap diri sendiri terus terjadi, tidak saja badan halus jadi sakit-sakitan. Ia juga menarik dan membawa kita ke dalam serangkaian kehidupan sebagaimana kita keluhkan.</p>
<p>Sudah banyak kehidupan orang dan kehidupan saya sendiri yang menjadi saksi dan bukti dari keyakinan terakhir. Sahabat yang membenci ayahnya beristri dua, akhirnya memiliki suami yang juga beristri dua. Rekan yang sebenarnya gagah dan ganteng ketika muda, kemudian jadi cepat tua dan tidak menarik, karena sejak kecil tidak pernah puas pada badannya sendiri.</p>
<p>Belajar dari semua ini, saya tidak pernah bosan untuk sesering mungkin mengajak orang untuk jatuh cinta pada diri sendiri. Izinkan saya bertutur sekelumit kehidupan saya ke Anda. Saya lahir sebagai bungsu dari tiga belas bersaudara ? sekali lagi tiga belas bersaudara. Di masa kecil sampai umur 27-an sempat minder berat karena bentuk hidung dihina orang. Pernah heran dan teramat kagum dengan rekan-rekan SMP dan SMU yang bisa berbicara di depan umum tanpa beban berarti. Ketika baru belajar berbicara di depan umum, teramat sering dihina orang. Dan sampai sekarangpun hinaan orang masih datang.</p>
<p>Akan tetapi, ketika menyadari pentingnya jatuh cinta pada diri sendiri, telah lama saya belajar memandikan badan halus dengan obat mujarab yang bernama rasa syukur. Setiap kali makan, baik makan besar maupun makan kecil, selalu saya sisakan sekelumit makanan di pinggir piring sebagai ungkapan rasa syukur. Setiap kali mencium pipi anak-anak kesayangan saya di rumah, hati saya berucap syukur ke Tuhan. Setiap malam ketika melihat isteri sedang tidur pulas, dengan perasaan tulus ke Tuhan saya berucap terimakasih karena diberikan teman hidup yang amat mengagumkan. Apa lagi kalau dianugerahi rezeki-rezeki besar lainnya. Singkat kata, kemana mata saya memandang hanya ada syukur. Kemana telinga mendengar hanya ada syukur. Sehingga dalam totalitas, jadilah kehidupan saya sebagai kehidupan penuh dengan rasa syukur.</p>
<p>Anda tentu bertanya tentang hasilnya. Kesehatan, sangat dan teramat membaik setelah belajar jatuh cinta pada diri sendiri. Rezeki memang bukan urusan kita, namun inipun bergerak naik, bahkan kadang melampaui batas-batas yang pernah saya bayangkan. Kedekatan dengan anak dan isteri, jauh sekali membaik. Kekaguman dari orang lain, ini juga membaik.</p>
<p>Coba Anda puji seseorang secara wajar dan tulus. Bukankah wajah orang tadi terlihat lebih simpatik dan berseri setelah dipuji ? Demikian juga dengan diri sendiri. Jatuh cinta pada diri sendiri, memuji diri di depan kaca, apa lagi plus rasa syukur, juga membuat wajah dan kehidupan kita lebih simpatik dan berseri.</p>
<p>Bagi Anda yang pernah merasakan indahnya jatuh cinta, demikian juga rasanya kehidupan yang disertai kesediaan untuk belajar jatuh cinta pada diri sendiri. Bedanya, kalau jatuh cinta pada orang lain mengenal permulaan dan perpisahan, jatuh cinta pada diri sendiri akan menjadi kisah cinta sepanjang usia. Anda tertarik ?</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/gigiunhas97.wordpress.com/12/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/gigiunhas97.wordpress.com/12/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gigiunhas97.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gigiunhas97.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gigiunhas97.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gigiunhas97.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gigiunhas97.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gigiunhas97.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gigiunhas97.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gigiunhas97.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gigiunhas97.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gigiunhas97.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gigiunhas97.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gigiunhas97.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gigiunhas97.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gigiunhas97.wordpress.com/12/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gigiunhas97.wordpress.com&amp;blog=2093626&amp;post=12&amp;subd=gigiunhas97&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gigiunhas97.wordpress.com/2007/11/19/kisah-cinta-sepenjang-usia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a10693a92af4824b68901d09f2510a3b?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">gigiunhas97</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PERAMPOK DLM DIRI QTA _GEDE PRAMA_</title>
		<link>http://gigiunhas97.wordpress.com/2007/11/19/perampok-dlm-diri-qta-_gede-prama_/</link>
		<comments>http://gigiunhas97.wordpress.com/2007/11/19/perampok-dlm-diri-qta-_gede-prama_/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Nov 2007 00:55:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gigiunhas97</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gigiunhas97.wordpress.com/2007/11/19/perampok-dlm-diri-qta-_gede-prama_/</guid>
		<description><![CDATA[Satu hal yang tidak bisa dihindari oleh sejumlah konsultan, lebih-lebih yang berinteraksi intensif dengan pemilik dan pimpinan puncak, adalah menjadi saksi hidup dari ketidakdewasaan sejumlah orang kaya pemilik perusahaan. Ada yang baru tidak punya jabatan kemudian bikin kacau di mana-mana. Ada yang memanas-manasin pemegang saham dengan surat kaleng. Ada yang mabok pujian kemudian buta dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gigiunhas97.wordpress.com&amp;blog=2093626&amp;post=11&amp;subd=gigiunhas97&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Satu hal yang tidak bisa dihindari oleh sejumlah konsultan, lebih-lebih yang berinteraksi intensif dengan pemilik dan pimpinan puncak, adalah menjadi saksi hidup dari ketidakdewasaan sejumlah orang kaya pemilik perusahaan.<br />
Ada yang baru tidak punya jabatan kemudian bikin kacau di mana-mana. Ada yang memanas-manasin pemegang saham dengan surat kaleng. Ada yang mabok pujian kemudian buta dengan informasi yang sebenarnya. Ada yang tidak sependapat dengan orang tuanya, kemudian menganulir keputuang dekat dengan saya, dan berhasil saya buat menjadi lebih dewasa, berfikir kalau saya memperoleh semua ini dari sekolah saya di INSEAD Prancis, atau di Universitas Lancaster Inggris. Kalau boleh jujur, kearifan dan kematangan hidup lebih banyak saya temukan secara otodidak di Universitas Kesulitan. Sebuah sekolah yang amat saya banggakan. Dan memiliki kontribusi jauh lebih tinggi dari Universitas manapun di dunia.<br />
Sebenarnya, ingin sekali saya mengulas semua ini dalam sebuah buku khusus. Atau dalam sebuah tulisan panjang yang spesial membahas soal kedewasaan. Sayangnya, saya punya dua pembatas. Pertama, waktu sudah habis untuk jadi eksekutif puncak perusahaan, pembicara publik dan penulis. Kedua, sedang mengurangi diri membuat ide, konsep dan paradigma yang serba jelas namun memerangkap.<br />
Akan tetapi, dengan seluruh keterbatasan ini, izinkan saya bertutur secara ringkas mengenai sebagian kecil saja dari seluruh aspek kedewasaan.<br />
Dalam bahasa sederhana, tubuh kita sebenarnya kemana-mana sedang membawa dua jenis &#8216;perampok&#8217;. Perampok pertama, ia berasal dari luar namun dibawa masuk ke dalam tubuh oleh panca indera, khususnya mata dan telinga. Perampok ke dua bersumber dari dalam, pembawanya adalah emosi, perasaan dan opini.<br />
Mari kita mulai dengan perampok jenis pertama. Hati-hati dengan mata dan telinga. Melalui mata kita memasukkan banyak sekali hal ke dalam tubuh. Yang jelas, ada beberapa hal yang amat terpengaruh oleh pandangan mata. Keinginan, cinta, nafsu, dengki, iri, kagum, suka, benci hanyalah sebagian hal yang dipengaruhi oleh pandangan mata. Demikian juga dengan telinga. Ia membawa masuk dan mempengaruhi sama banyaknya unsur dalam tubuh kita.<br />
Orang-orang dengan kedewasaan kurang, membiarkan dirinya didikte oleh mata dan telinga. Apa saja yang dibawa masuk oleh mata dan telinga, dikonsumsi mentah-mentah. Ini yang bisa menjelaskan, kenapa ada pengusaha yang mudah sekali marah dan meledak di depan umum. Ini juga yang bisa menerangkan, kenapa begitu ada berita buruk, orang langsung bereaksi secara serabutan. Proses masuknya informasi dan stimuli dari luar, tidak melalui proses pengolahan yang matang, namun langsung menjadi sikap dan keputusan. Saya amat dan teramat sering menjadi penasehat dan konsultan dari manusia-manusia jenis ini.<br />
Jenis perampok kedua lain lagi. Emosi, perasaan dan opini sudah ada di dalam diri kita sebagai modal untuk berespons. Apapun stimuli dan informasi yang datang dari luar, akan diperkosa untuk masuk ke dalam kerangka emosi, perasaan dan opini yang ada, untuk kemudian diproduksi menjadi sikap dan keputusan. Sikap dan keputusan menjadi banyak gelapnya, jika kerangka terakhir juga gelap. Manusia-manusia yang sejak kecil sudah dibentuk jadi orang penuh curiga, mudah meledak, tersinggung, senang dipuji, dan sejenisnya mudah sekali dirampok oleh emosi, perasaan dan opini.<br />
Manusia-manusia yang self management-nya kurang tertata, membiarkan saja kedua perampok di atas hidup semena-mena di dalam tubuh.<br />
Ada yang dibuat menjadi manusia frustrasi. Ada yang dibohongi seumur hidup. Ada yang dibiarkan menjadi manusia kanak-kanak selamanya. Ada yang baru sadar setelah ada dalam kebangkrutan atau masuk penjara. Ada yang terkejut dengan perubahan lingkungan, begitu keadaan berubah. Dan masih banyak lagi spesies lainnya.<br />
Anda tentu bertanya, siapa yang bisa menghalangi kesewenang-wenangan dua perampok di atas ? Pengalaman saya bertutur, yang bisa menghalangi dan mengelolanya hanya kejernihan fikiran.<br />
Ibarat melihat bayangan bulan di air. Kita tentu saja tidak bisa menemukan bulan dengan mengaduk-aduk airnya. Ketenangan dan kejernihan adalah syarat utama bagi utuhnya bayangan bulan.<br />
Bedanya, jika ketenangan air hanya butuh kesabaran untuk menunggu saja, ketenangan tubuh memerlukan latihan yang lama dan panjang. Saya &#8216;dilatih&#8217; oleh banyak sekali kesulitan hidup. Ditabrak, diinjak, dibuat hampir mati oleh banyak ketidak tahuan. Berperang amat lama dengan sejumlah hawa nafsu. Dan proses peperangan terakhir akan terjadi sepanjang manusia masih bernafas. Belum sempurna memang. Namun, begitu kejernihan fikiran berada jauh di atas hawa nafsu, sukses mudah dan senang sekali datang berkunjung.<br />
Nah, bila ada orang yang mampu meletakkan kejernihan fikirannya, di atas semua unsur tubuh, perampok manapun akan berubah menjadi sahabat. Dari sinilah kedewasaan akan tumbuh dan berkembang secara meyakinkan.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/gigiunhas97.wordpress.com/11/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/gigiunhas97.wordpress.com/11/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gigiunhas97.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gigiunhas97.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gigiunhas97.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gigiunhas97.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gigiunhas97.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gigiunhas97.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gigiunhas97.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gigiunhas97.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gigiunhas97.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gigiunhas97.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gigiunhas97.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gigiunhas97.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gigiunhas97.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gigiunhas97.wordpress.com/11/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gigiunhas97.wordpress.com&amp;blog=2093626&amp;post=11&amp;subd=gigiunhas97&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gigiunhas97.wordpress.com/2007/11/19/perampok-dlm-diri-qta-_gede-prama_/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a10693a92af4824b68901d09f2510a3b?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">gigiunhas97</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>GIGI TIRUAN DIATAS PIRANTI BAR CEKAT</title>
		<link>http://gigiunhas97.wordpress.com/2007/11/15/gigi-tiruan-diatas-piranti-bar-cekat/</link>
		<comments>http://gigiunhas97.wordpress.com/2007/11/15/gigi-tiruan-diatas-piranti-bar-cekat/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Nov 2007 00:59:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gigiunhas97</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gigiunhas97.wordpress.com/2007/11/15/gigi-tiruan-diatas-piranti-bar-cekat/</guid>
		<description><![CDATA[Abstrak Fungsi gigi tiruan sebagian adalah memelihara struktur jaringan yang tersisa. Prothesa pengganti tersebut tidak boleh menyebabkan hilangnya gigi penyangga atau ganggauan terhadap kesehatan temporomandibular joint.(1) Dalam proses desain gigitiruan sebagian lepasan, berlaku suatu prinsip umum dan penting yaitu dokter harus mengetahui selengkap-lengkapnya keadaan fisik pasien dan memmahami betul bentuk, indikasi, dan kebutuhan akan jenis [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gigiunhas97.wordpress.com&amp;blog=2093626&amp;post=10&amp;subd=gigiunhas97&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Abstrak</p>
<p>Fungsi gigi tiruan sebagian adalah memelihara struktur jaringan yang tersisa. Prothesa pengganti tersebut tidak boleh menyebabkan hilangnya gigi penyangga atau ganggauan terhadap kesehatan temporomandibular joint.(1) Dalam proses desain gigitiruan sebagian lepasan, berlaku suatu prinsip umum dan penting yaitu dokter harus mengetahui selengkap-lengkapnya keadaan fisik pasien dan memmahami betul bentuk, indikasi, dan kebutuhan akan jenis perawatan (2)<br />
Penggantian beberapa gigi yang hilang pada region rahang edentulous dapat dilakukan dengan menggunakan teknik simple tissue bone, yaitu dengan menggunakan alat partial denture over fixed bar. Kenyamanan dan estetika alat ini hampir sama dengan gigitiruan jembatan akan tetapi di desain lebih khusus dengan mengurangi beban oklusal yang di terima gigi penyangga selama mastikasi. (3)</p>
<p>PENDAHULUAN<br />
Bila sebuah gigi asli tercabut, seluruh daerah periodontium juga akan rusak sehingga hanya mukosa yang jumlahnya lebih kecil dari daerah periodontal yang hilang tetap ada untuk mendukung beban yang mengenai gigitiruan penggantinya, sehingga kehilangan gigi merupakan indikasi pembuatan gigi tiruan baik itu gigitiruan jembatan, gigitiruan kerangka logam atau gigitiruan dengan plat akrilik. (4)</p>
<p>FAKTOR PENTING DALAM PEMBUATAN GIGITIRUAN KERANGKA LOGAM DAN JEMBATAN  (5)<br />
1.	Keutuhan gigi penyangga<br />
2.	Panjang diastem<br />
Berpengaruh terhadap dukungan yang diberikan oleh gigi penyangga dan jaringa periodontium dalam pembuatan gigi tiruan.<br />
3.	Jumlah diastem<br />
Berpengaruh terhadap penyebaran tekanan kunyah<br />
4. 	Resorbsi prosesus alveolaris<br />
Selain penggantian gigi juga perlu diadakan penambahan prosesus alveolaris yang hanya bisa dilakukan dengan suatu gigi tiruan kerangka logam atau gigitiruan jembatan yang bisa di lepas.<br />
5. 	Kondisi gigi yang tersisa terutama jika gigi ini berfungsi sebagai penyangga.</p>
<p>TEKNIK PEMBUATAN<br />
Teknik ini membutuhkan hal-hal sebagai berikut (3,6)<br />
1).	Pembuatan mahkota penuh pada gigi penyangga atau mahkota keramik di gabung  dengan mahkota metal denan menggunakan mahkota konvensional dan teknik gigitiruan jembatan.<br />
2).	Kedua gigi penyangga di hubungkan dengan bar berbentuk huruf  `T` terbalik dan terbuat dari logam mulia yang kemudian di solder pada mahkota tiruan pada gigi penyangga.<br />
3).	Bar dilapisi cobalt-chrome dan kerangka sadelnya terbuat dari logam mulia. Kerangka sadel berbentuk huruf `T` terbalik, ini untuk mencegah pergerakan sadel kearah lateral, tapi memudahkan sadel bergerak kearah vertikal ketika di insersikan atau di lepaskan. Kerangka sadel di beri cengkeram tuang untuk membantu retensi pada vertical plane .<br />
4). 	Perlekatan antara gigi dan basis gigitiruan kerangka sadel. Umumnya di gunakan kerangka cobalt-chrome, Namun apabila terdapat kekurangan ruang dlam arah vertikal akibat erupsi yang berlebihan dari gigi atau dibutuhkan estetik yang lebih baik, dapat di gunakan kerangka logam yang di gabung dengan gigi porselen dan basis gigi tiruan.</p>
<p>Penentuan penggunaan gigi penyangga pada suatu gigitiruan sebagian tidak terlepas dari faktor-faktor berikut.(5)<br />
1).	Bentuk dan posisi gigi.<br />
2).	Kondisi jaringan Periodontium<br />
Gigi yang berbentuk kerucut atau yang mengalami rotasi kurang sesuai untuk di pakai sebagai penyangga. Pembebanan tambahan pada gigi sehubungan dengan penjangkaran dapat mengakibatkan kemunduran jaringan periodontal yang lebih cepat dan mengakibatkan kehilangan gigi tersebut.<br />
Desain dari piranti merupakan bagian penting dari rencana pembuatan gigitiruan sebab struktur piranti gigitiruan tersebut meneruskan tekanan mastikasi dari permukaan oklusal gigi artifisial pada gigi asli dan lingir alveolar.(8)<br />
Gigi pada bagian mesial dan distal di preparasi untuk pembuatan mahkota seperti pada pembuatan gigitiruan jembatan. Cetakan akurat segera di kirim ke laboratorium. Model pada logam di sesuaikan pada model yang di preparasi  Flat bar vertical menutupi daerah edentulous yang dilapisi malam dan di satukan dengan logam. Bar di haluskan dan di solder pada coping logam. Saat penempatan dalam mulut gigi ini di anggap sebagai bagian dari gigi asli sehingga oklusinya harus di sesuaikan dengan gigi yang lain.</p>
<p>RINGKASAN<br />
Gigitiruan sebagian di atas bar cekat dapat di jadikan piranti yang ideal untuk menggantikan kehilangan gigi pada edentulous ridge yang panjang, dengan menghubungkan gigi penyangga pada bagian mesial dan distal. Gigi penyangga dan jaringan lunak tidak menunjukkan tanda-tanda adanya tekanan dari alat. Alat ini terdiri dua bagian, pertama di fiksasi sementara bagian lain berupa piranti lepasan yang berfungsi mengurangi tekanan pada piranti tersebut. Bagian tiruan ini dapat di pasang dengan dua arah pemasangan yang berbeda.</p>
<p>DAFTAR PUSTAKA<br />
1.	Holmes JB. Influence of impression procedures and occlusal loading on partial denture movement. J Prosthet dent 2001: 335-40<br />
2.	Suryatenggara F. Desain gigitiruan sebagian lepasan dalam : Gunadi HA, editor. Ilmu geligi tiruan sebagian lepasan jilid II Jakarta: Hipoktrates : 1995 :308<br />
3.	Poschelle KK. The partial denture over a fixed guide bar appliance : atechnique for restoring partially edentulous quadrant . Aust dent J 1990 : 35 409-12<br />
4.	WattDM, Macgregor AR.enentuan desain geligi tiruan sebagian lepasan. Alih bahasa : yuwono l.sherly, editor Jakarta hipokrates: 1992 hal 27-33<br />
5.	Yamamoto M. Metal ceramic :principles and methods of makoto yamamoto Chicago : Quintessence publishing co. inc 1985 19.<br />
6.	Keaugh BE, Kay HB, Roseberg MM, Holt RL. Periodontal prosthetics : prosthetic management of the patient with advanced periodontal disease. In: Hardin JF, Editor. Clark’s Clinical Dentisty vol.4. Philadelpia:JB. Lippincont company: 1987. P.65<br />
7.	Bouncer LJB, Renner RP. Gigitiruan kerangka logam. Dalam : Battituzzi PGFCM, kayser AF, Keltjens HMAM, Plasmans PJJM. Gigitiruan sebagian : titik tolak pada diagnose dan perawatan dari gigi-gigi yang rusak. Alih bahasa : kosasih AI, Kosasi AR. Jakarta : Widya medika : 1996. Hal.100-35<br />
8.	Frenchette AR. The Influence of partial denture design on distribusi of force to abutment teeth. J.Prosthet Dent 2001 : 85:527-38</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/gigiunhas97.wordpress.com/10/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/gigiunhas97.wordpress.com/10/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gigiunhas97.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gigiunhas97.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gigiunhas97.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gigiunhas97.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gigiunhas97.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gigiunhas97.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gigiunhas97.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gigiunhas97.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gigiunhas97.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gigiunhas97.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gigiunhas97.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gigiunhas97.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gigiunhas97.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gigiunhas97.wordpress.com/10/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gigiunhas97.wordpress.com&amp;blog=2093626&amp;post=10&amp;subd=gigiunhas97&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gigiunhas97.wordpress.com/2007/11/15/gigi-tiruan-diatas-piranti-bar-cekat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a10693a92af4824b68901d09f2510a3b?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">gigiunhas97</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>aNOMali dalam Kedokteran Gigi</title>
		<link>http://gigiunhas97.wordpress.com/2007/11/10/anomali-dalam-kedokteran-gigi/</link>
		<comments>http://gigiunhas97.wordpress.com/2007/11/10/anomali-dalam-kedokteran-gigi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Nov 2007 08:32:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gigiunhas97</dc:creator>
				<category><![CDATA[ANEKDOT]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gigiunhas97.wordpress.com/2007/11/10/anomali-dalam-kedokteran-gigi/</guid>
		<description><![CDATA[Berbagai macam hal yang aneh yang terjadi dalam kedokteran gigi. Semisal  berbagai kejadian aneh dan lucu  yang terjadi di lokasi bakti sosial pada tiap pelaksanaan<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gigiunhas97.wordpress.com&amp;blog=2093626&amp;post=4&amp;subd=gigiunhas97&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berbagai macam hal yang aneh yang terjadi dalam kedokteran gigi. Semisal  berbagai kejadian aneh dan lucu  yang terjadi di lokasi bakti sosial pada tiap pelaksanaan</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/gigiunhas97.wordpress.com/4/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/gigiunhas97.wordpress.com/4/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gigiunhas97.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gigiunhas97.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gigiunhas97.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gigiunhas97.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gigiunhas97.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gigiunhas97.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gigiunhas97.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gigiunhas97.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gigiunhas97.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gigiunhas97.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gigiunhas97.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gigiunhas97.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gigiunhas97.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gigiunhas97.wordpress.com/4/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gigiunhas97.wordpress.com&amp;blog=2093626&amp;post=4&amp;subd=gigiunhas97&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gigiunhas97.wordpress.com/2007/11/10/anomali-dalam-kedokteran-gigi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a10693a92af4824b68901d09f2510a3b?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">gigiunhas97</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kedokteran Gigi dalam persfektif kaum Awam</title>
		<link>http://gigiunhas97.wordpress.com/2007/11/10/hello-world/</link>
		<comments>http://gigiunhas97.wordpress.com/2007/11/10/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Nov 2007 07:45:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gigiunhas97</dc:creator>
				<category><![CDATA[REALITAS POLITIK]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Realita pendidikan sebagai media pemberdayaan kapasitas intelektual bangsa<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gigiunhas97.wordpress.com&amp;blog=2093626&amp;post=1&amp;subd=gigiunhas97&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Realita pendidikan sebagai media pemberdayaan kapasitas intelektual bangsa</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/gigiunhas97.wordpress.com/1/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/gigiunhas97.wordpress.com/1/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gigiunhas97.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gigiunhas97.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gigiunhas97.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gigiunhas97.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gigiunhas97.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gigiunhas97.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gigiunhas97.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gigiunhas97.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gigiunhas97.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gigiunhas97.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gigiunhas97.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gigiunhas97.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gigiunhas97.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gigiunhas97.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gigiunhas97.wordpress.com&amp;blog=2093626&amp;post=1&amp;subd=gigiunhas97&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gigiunhas97.wordpress.com/2007/11/10/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a10693a92af4824b68901d09f2510a3b?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">gigiunhas97</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
